Postingan

KIAMATKAN KESADARANMU

Gambar
Kiamatkan Kesadaranmu Oleh : Tikno Adi Tidak ada yang baru, meskipun hari berganti, bulan berganti dan tahun berganti. Tidak ada yang baru jika jiwamu masih dalam kegelapan. Cara pandangmu, cara berfikirmu jika masih dikuasai ego nafsumu.Tidak ada yang baru jika dualitas masih memperbudak jalan fikiranmu. Jika persepsimu masih berkutat pada benar-salah, baik-buruk, suka-benci. Justru kegelapan kau lindih dengan kegelapan. Kian gelap dan pekat. Dirimu akan menjadi baru dan menjadi manusia yang setiap saat terlahir kembali jika mampu menghijrahkan diri dari kegelapan menuju cahaya dan menjadikan dirimu cahaya. Kiamatkan Kesadaranmu, bangkitkan kesejatian dirimu. Dirimu adalah bagian diriNya dan kepanjangan tanganNya untuk menebarkan cahaya Cinta dan Kasih SayangNya.Yang menyinari dirimu, jiwamu, yang akan memancarkan cahaya bagi semesta yang mewujud menjadi cahaya kebijaksanaan, kearifan kepada apapun dan siapapun tanpa muatan.  Kiamatkan dirimu, hancurkan gunung-gunung keegoisan dan...

TUJUAN DAN ARTI HIDUP

Gambar
Tujuan Dan Arti Hidup Oleh : Tikno Adi      Manusia yang berkesadaran adalah manusia yang selalu terkoneksi dengan Yang Maha Ada yang selalu meliputi semesta tidak terkecuali dirinya. Dzat Yang Pengasih dan Penyayang yang selalu memberikan cinta-Nya tanpa muatan apapun dan tanpa pandang bulu. Maka sungguh ironis jika ada orang yang melakukan sesuatu tanpa kesadaran. Jiwa dan hidupnya hanya menjadi budak fkiran gelapnya atau egonya sehingga tidak memiliki tujuan hidup dan tidak pernah mengerti apa itu arti hidup.       Dalam kesempatan yang penuh berkah ini saya mencoba mengangkat satu firman Allah SWT sebagai landasan berfikir kita agar tetap fokus dan tidak kemana-mana. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَا لَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ  "Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqa...

TITIK AWAL MUSLIM

Gambar
TITIK AWAL MUSLIM Oleh : Tikno Adi      Pada tulisan terdahulu telah dibahas titik awal beriman. Untuk dapat memenuhi panggilan Allah SWT “Hai! Orang-orang yang beriman” tentu saja kepada orang-orang yang benar-benar beriman, bukan sekedar orang yang mengaku saja. Tulisan saya kali ini tetap merujuk pada QS. 3 : 102 sebagai landasan berfikir karena di akhir ayat ditutup dengan “jangan kalian mati kecuali kalian menjadi muslim”. Pertanyaan kritisnya, sejak kapan titik awal kita sebagai muslim? Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَ نْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 102)      Secara syariat orang dikatakan muslim ketika sudah berikrar dua kalimat syahadat. Sebuah bentuk kesaksian bahwa tidak ada Tuhan melainkan Al...

TITIK AWAL IMAN

Gambar
TITIK AWAL IMAN Oleh : Tikno Adi     Kita sering mendengar sebuah narasi "menjadi muslim yang bertakwa". Ada lagi " menjadi muslim yang taat". Sepintas seperti tidak ada yang janggal dari kalimat ini. Sementara jika kita sedikit kritis, ada sesuatu yang kurang nyaman untuk didengar. Apabila disebut muslim secara otomatis sudah bertakwa karena sikap dan perilaku takwa merupakan cerminan seorang muslim. Demikian juga dengan muslim yang taat. Yang namanya muslim sudah barang tentu taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Arti muslim adalah orang yang berserah diri. Apa yang saya sampaikan hanya normatif sedangkan untuk memberikan predikat muslim itu Allah sendiri dan diri kita sendiri yang mengetahui apakah kita benar-benar seorang muslim. Mari kita cermati QS. 3 : 102. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَ نْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ "Wahai orang-orang y...

MANISNYA IMAN

Gambar
  MANISNYA IMAN Oleh : Tikno Adi      Rasulullah saw dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari menyatakan: عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ(رواه البخاري) Artinya: Dari Anas bin Malik (90 H) dari Nabi saw, beliau bersabda, “Tiga perkara yang apabila ada pada seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman : Menjadikannya Allah dan rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali untuk Allah, dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka” (HR. Bukhori )      Untuk merasakan manisnya iman tentu yang harus dimiliki ...

Sehat Jiwa berdampak pada sehat jasmani

Gambar
 Sehat Jiwa berdampak pada sehat jasmani Oleh : Tikno Adi       Kalau kita mengenang kembali masa-masa kecil, generasi yang lahir tahun enam puluhan, kita masih mengalami kehidupan yang alami. Kehidupan dalam suasana desa yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan. Semua serba manual dan tradisional. Dari aspek ekonomi memang tergolong MBR, istilah sekarang. Masyarakat yang berpenghasilan rendah tetapi kehidupan terasa damai. Saling asah, saling asih, saling asih. Rumah masih banyak yang terbuat dari bambu. Ketika mendirikan rumah dengan bergotong royong. Suasana alam yang masih hijau tidak banyak polusi dan yang terpenting hidup lebih sehat. Tidak ada penyakit yang aneh-aneh seperti sekarang. Ternyata dengan alam yang bersih dan manusianya juga jiwanya bersih, tidak ada saling iri hati, dengki. Mereka hidup rukun saling memberi, itulah yang membuat mereka hidup damai dan berdampak terhadap kesehatan fisik.      Kalau kita melihat fenomena yang terjadi ...

MANUSIA BERKESADARAN

Gambar
MANUSIA BERKESADARAN Oleh : Tikno Adi. Pendahuluan.      Judul di atas terdiri dari dua kata. Manusia dan Kesadaran. Siapa itu manusia dan apa itu kesadaran. Saya hanya fokus pada kata kesadaran bukan pada kata manusia, karena saya yakin bahwa setiap diri kita adalah manusia. Salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang dihadirkan di bumi ini dengan tujuan untuk menjadi KhalifahNya. Kita akan mampu mendefinisikan atau mendeskripsikan diri kita sebagai manusia jika kita sudah benar-benar mengenali diri sejati kita.       Kesadaran berasal dari kata sadar yang memiliki arti insyaf, merasa, tahu dan mengerti. Sadar juga berarti ingat kembali dari tidur, bangun atau siuman dari pingsan. Itu artinya bahwa kesadaran berarti dalam keadaan insyaf, tahu atau mengerti. Manusia berkesadaran adalah manusia dalam keadaan insyaf, tahu atau mengerti. Pertanyaannya apakah yang dia insyafi dan ketahui atau mengerti? Sesuai tema atau judul tentang manusia berkesadaran tent...